Navigation

Analisis Media Sosial: Isu Sampah Tangsel Didominasi Sentimen Negatif di Akhir 2025

07 Jan 2026 Taufik Hidayat 7 views

IndSight – Isu pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sorotan publik sepanjang 1–31 Desember 2025. Berdasarkan hasil analisis data percakapan di media sosial menggunakan platform Social Listening IndSight, kata kunci “sampah tangsel” memicu lonjakan diskusi signifikan di media sosial dan media online.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi memprihatinkan di kolong Flyover Ciputat hingga kawasan Serpong. Aroma menyengat dan pemandangan gunungan limbah domestik tidak hanya mengganggu pejalan kaki, tetapi juga mulai menghambat arus lalu lintas di Jalan Ir H Juanda.

Bahkan, fasilitas publik seperti Puskesmas Serpong dan area sekitar Kantor DPRD Tangsel tidak luput dari dampak krisis ini. Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya merespons dengan menetapkan status Tanggap Darurat Sampah selama 14 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Analisis Data Media Sosial Topik Percakapan Sampah Tangsel

Analisis Data Media Sosial Isu Sampah Tangsel - IndSight
Dashboard Analitik IndSight

Berdasarkan laporan Data IndSight, tercatat total 15.451 percakapan (Total Talk) yang melibatkan isu sampah di Tangsel selama periode tersebut. Percakapan ini berasal dari 2.665 akun unik (Total Talker), menandakan isu ini tidak hanya viral sesaat, tetapi dibicarakan oleh banyak pengguna berbeda.

Angka ini menunjukkan tingkat atensi publik yang tinggi terhadap persoalan sampah, terutama di ruang digital yang kerap menjadi kanal utama keluhan dan aspirasi warga.

Sentimen Negatif Mendominasi

Dari sisi sentimen, data menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam:

  • Percakapan Negatif: 1.806
  • Percakapan Positif: 186

Dominasi sentimen negatif mengindikasikan kuatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi pengelolaan sampah di Tangsel. Keluhan yang beredar umumnya berkaitan dengan tumpukan sampah di ruang publik, bau menyengat, serta dugaan lambannya respons pemerintah daerah.

Sebaliknya, rendahnya sentimen positif menunjukkan minimnya apresiasi publik terhadap solusi atau kebijakan yang dianggap efektif selama periode tersebut.

Puncak Percakapan Terjadi Pertengahan Desember

Analisis Media Sosial Isu Sampah Tangsel - IndSight

Grafik day-to-day conversation memperlihatkan lonjakan tajam percakapan pada pertengahan Desember 2025, dengan puncak diskusi terjadi sekitar 15–17 Desember. Lonjakan ini diduga dipicu oleh:

  • Viral-nya unggahan warga terkait tumpukan sampah
  • Pemberitaan media online mengenai krisis sampah
  • Efek berantai dari repost dan komentar di media sosial

Setelah sempat menurun menjelang akhir Desember, percakapan kembali meningkat pada akhir bulan, yang mengindikasikan isu ini belum sepenuhnya mereda dan masih menjadi perhatian publik.

Isu Sampah sebagai Risiko Reputasi Daerah

Tingginya volume percakapan dan dominasi sentimen negatif menjadikan isu sampah Tangsel sebagai risiko reputasi bagi pemerintah daerah. Di era digital, keluhan warga yang tidak tertangani dengan cepat dapat berkembang menjadi krisis opini publik.

Tanpa strategi komunikasi dan penanganan yang tepat, isu ini berpotensi terus muncul secara siklikal, terutama pada momen rawan seperti musim hujan dan akhir tahun.

Komentar Masyarakat di Media Sosial Didominasi Keluhan dan Nada Kekecewaan

Sebuah unggahan video dari akun TikTok media nasional, Kompas.com, mendadak viral dan memicu ribuan komentar dari warganet. Video tersebut memperlihatkan pemandangan memprihatinkan berupa tumpukan sampah setinggi gunung yang hanya dilapisi oleh selembar terpal.

@kompascom

Gunungan sampah di kolong flyover Ciputat, Tangsel, hanya ditutup terpal, Senin, (15/12/2025). Kondisi ini meresahkan warga karena bau dan belatungnya menyebar ke jalan. Penumpukan sampah ini imbas penutupan sementara TPA Cipeucang. Kreatif: Rega Almuhtada Produser: Akhdi Martin Pratama #Sampah #Ciputat #SampahTangsel #liputan

♬ Documentary, mysterious, without FX(1279202) – NOVA

Di platform Instagram, akun media lokal Seputar Tangsel juga menyoroti permasalahan sampah di wilayah Tangerang Selatan. Postingan tersebut terpantau mendapat respons yang cukup ramai dari masyarakat.

Warganet meluapkan kemarahan mereka melalui berbagai komentar pedas di postingan tersebut. Keluhan mengenai bau busuk yang mengganggu menjadi salah satu poin yang paling banyak disuarakan, di samping rentetan protes lainnya atas kondisi tersebut.

“Tiap lewat sini.. bawaan nya pgn ngomel mulu.. astaghfirullah.. ini kita warga tangsel di buat bengekk… ISPA berjamaah..” Komentar akun @punyacicik

“Jaman udah canggih, sampah masih dikumpulin aja, bukannya beli mesin pengolah sampah.” tulis kun @irfantoro02

Di tengah derasnya arus percakapan digital, pemantauan isu publik secara manual menjadi semakin sulit. Platform social listening seperti IndSight memungkinkan instansi, brand, maupun pemangku kebijakan memahami dinamika opini masyarakat secara real time mulai dari volume percakapan, sentimen publik, hingga puncak isu yang berpotensi berkembang menjadi krisis. Pendekatan berbasis data ini membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan terukur.

Data Timbulan Sampah di Tangsel

Sebagai informasi tambahan, krisis pengelolaan sampah di Tangerang Selatan disebabkan oleh ketimpangan antara tingginya produksi sampah harian yang mencapai sekitar 1.022,65 ton dengan terbatasnya sarana pengolahan.

Dokumen resmi pemerintah mengungkapkan bahwa sisa makanan dari rumah tangga adalah kontributor terbesar (77,41%). Dengan status TPA Cipeucang yang sudah melebihi daya tampung, sistem ini berada dalam posisi rawan; setiap kendala teknis kecil akan langsung memicu penumpukan sampah di area publik.

Isu sampah di Tangerang Selatan menunjukkan bagaimana percakapan digital dapat menjadi indikator awal krisis reputasi. Tanpa pemantauan yang komprehensif, keluhan publik berisiko berkembang tanpa kendali

IndSight hadir sebagai solusi social listening dan media monitoring untuk membantu instansi pemerintah, perusahaan, dan organisasi memantau isu strategis, menganalisis sentimen publik, serta merespons dengan strategi berbasis data.

Mulai pantau isu publik secara real time dan ambil keputusan lebih akurat bersama IndSight.

Taufik Hidayat

Kerja keras, healing cukup, growth jalan terus. Let’s collab or just vibe