IndSight – Gelombang kebanggaan terhadap sepatu lokal Indonesia kini telah mencapai puncaknya, mengubah lanskap pasar secara fundamental. Kita tidak lagi berbicara tentang produk domestik sebagai sekadar alternatif, melainkan sebagai pemain utama yang mendikte tren. Fenomena ini didorong kuat oleh tren gaya hidup sehat, khususnya lari, dan adaptasi digital para produsen.
Masyarakat kini aktif mendiskusikan performa midsole dan durabilitas sol, alih-alih hanya berfokus pada merek global. Untuk menjawab pertanyaan: Brand sepatu lokal mana yang benar-benar memimpin? IndSight menyajikan analisis komprehensif dari aktivitas media sosial dan tren penjualan selama Kuartal Ketiga (Q3) 2025. Data mengungkap dominasi brand yang berfokus pada performa dan value-for-money.
Dua Raksasa Viral: Aza vs. Specs di Media Sosial
Analisis data media sosial menunjukkan peta persaingan volume percakapan yang terpusat di antara Aza dan Specs. Meskipun keduanya menarik puluhan ribu talk, sentimen yang mereka terima sangat kontras:
| Brand | Total Talk (Q3 2025) | Rasio Positif : Negatif | Keterangan Sentimen |
|---|---|---|---|
| Aza | 32.330 | 1 : 2,8 | Viralitas didominasi kontroversi kualitas. |
| Specs | 12.865 | 17 : 1 | Paling Tepercaya berkat durabilitas dan performa. |
Fenomena Aza menunjukkan bahwa volume percakapan tertinggi dapat tercipta dari polemik, bukan hanya pujian. Sebaliknya, Specs mendominasi dengan sentimen positif yang superior, menegaskan posisinya sebagai merek olahraga lokal yang andal.

Pergeseran Minat: Era Dominasi Sepatu Lari
Konsumen Indonesia menunjukkan pergeseran minat yang masif, dari sepatu lifestyle ke sepatu performance. Perubahan ini sejalan dengan melonjaknya komunitas lari hingga 5,8 kali lipat di Indonesia (Strava, 2025).
Ortuseight Rajai Penjualan E-commerce
Puncak dari pergeseran ini terlihat di platform belanja online:
- Ortuseight mencatat sebagai sepatu terlaris di Shopee Indonesia (Mei 2025), mengalahkan merek global.
- Kontribusi Ortuseight mencapai 35,5% dari total pendapatan top 10 merek sepatu lari di e-commerce.
Ini membuktikan bahwa brand lokal mampu mengoptimalkan strategi value-for-money yang didukung kualitas memadai. Brand fungsional seperti Ortuseight dan Kanky diapresiasi karena menawarkan kombinasi kualitas dan harga bersaing.
Mengacu pada konten ulasan varian sepatu Ortuseight oleh akun TikTok @kickoffsports, analogi hewan apa yang paling tepat digunakan untuk menggambarkan sifat atau performa dari lini produk sepatu merek tersebut?
Selain Ortuseight, merek Specs juga menjadi topik perbincangan hangat, mulai dari ulasan mendalam hingga informasi pembelian. Salah satu contohnya adalah unggahan unboxing dan review sepatu Specs yang diunggah oleh akun TikTok @akbar.y08.
Dukungan Investasi dan Peran Kunci Digitalisasi
Sektor alas kaki nasional menerima sinyal positif dengan masuknya investasi besar, menandakan optimisme pasar.
- Target Pertumbuhan: Industri diprediksi tumbuh antara 12% hingga 17% pada tahun 2025.
- Investasi: Sektor alas kaki menarik investasi senilai Rp 8 triliun pada awal tahun.
Faktor kunci yang memungkinkan pertumbuhan ini adalah digitalisasi. Dengan 41,3% konsumen membeli sepatu secara daring, marketplace kini menjadi medan pertempuran utama yang memungkinkan merek lokal untuk bersaing langsung dan mendominasi pasar domestik.
Masa Depan Kualitas dan Inovasi
Q3 2025 adalah penanda evolusi: sepatu lokal kini adalah produk premium dari sisi value dan fungsi.
Kesuksesan Specs dan Ortuseight menunjukkan bahwa merek domestik dapat memimpin pasar dengan fokus pada:
- Inovasi Teknologi (terutama performa lari).
- Harga Bersaing.
- Kualitas Konsisten (untuk menghindari lonjakan negative talk seperti kasus Aza).
Industri ini harus terus berinvestasi pada kualitas dan riset untuk mempertahankan momentum kebangkitan yang telah tercipta ini.