IndSight – Belakangan ini, jagat maya di Indonesia ramai membicarakan satu hal unik: berkibarnya bendera One Piece di berbagai acara dan momen publik. Bendera dengan tengkorak khas bajak laut “Jolly Roger” itu bukan hanya menghiasi kamar para penggemar anime, tapi juga hadir di jalanan, tribun suporter bola, hingga perayaan 17 Agustusan.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik: kenapa bendera One Piece bisa begitu populer di ruang publik Indonesia?
Solidaritas Fans dan Simbol “Nakama” Bendera One Piece
Bagi penggemar One Piece, bendera bajak laut bukan sekadar kain bergambar tengkorak. Ia adalah lambang persaudaraan dan solidaritas antar penggemar atau dalam istilah One Piece, “nakama”.
Karakter utama, Monkey D. Luffy dan krunya, selalu berlayar dengan membawa bendera mereka sendiri. Filosofi ini seakan dihidupkan oleh fans di dunia nyata: mengibarkan bendera berarti menunjukkan identitas dan rasa kebersamaan.
Di Indonesia, di mana budaya komunal sangat kuat, simbol semacam ini mudah diterima. Tak heran bendera One Piece sering jadi penanda bahwa “kita sama-sama pecinta anime ini”.

Tren Media Sosial dan Viral Culture
Tak bisa dipungkiri, media sosial punya andil besar dalam melambungkan tren ini. Foto atau video bendera One Piece berkibar di acara besar cepat menyebar lewat X, TikTok, hingga Instagram.
Banyak warganet yang awalnya hanya melihat sekadar lucu atau unik, lama-lama ikut tergerak membeli dan memajangnya. Efek domino ini menjadikan bendera One Piece sebagai ikon pop culture baru di ruang publik.
Data IndSight: Bendera One Piece Jadi Bahan Perbincangan
Berdasarkan data IndSight periode 25 Juli hingga 23 Agustus 2025, topik “bendera One Piece” mencatat volume percakapan yang sangat tinggi di media sosial Indonesia, yakni mencapai 442 ribu percakapan dari 52,4 ribu akun unik.
Dari keseluruhan perbincangan tersebut, tercatat 27,7 ribu percakapan bernuansa positif yang umumnya berupa apresiasi, hiburan, hingga bentuk ekspresi tren pop culture, sementara 151,2 ribu percakapan bernada negatif lebih condong ke arah sarkastis, kebingungan, atau kritik ringan terkait penggunaannya di acara formal, tanpa indikasi serius atau politis.
Tren percakapan memuncak pada tanggal 2–4 Agustus 2025 dengan lebih dari 70 ribu percakapan per hari, dipicu oleh viralnya konten di TikTok dan X yang menampilkan bendera One Piece berkibar di tribun sepak bola maupun dalam lomba perayaan 17 Agustusan.
Setelah periode puncak tersebut, jumlah percakapan menurun secara bertahap meski tetap konsisten hingga pertengahan Agustus, lalu stabil di level rendah menjelang akhir periode. Secara umum, fenomena ini menunjukkan bagaimana fandom One Piece mampu mengubah simbol fiksi menjadi bagian dari budaya populer yang nyata, memperlihatkan kekuatan komunitas penggemar anime dalam menciptakan percakapan viral berskala nasional.
Netral: Ekspresi Budaya Pop, Bukan Politik
Meski terlihat mencolok, penting dicatat bahwa tren ini bukan bentuk pernyataan politik atau ideologi tertentu.
Berbeda dengan bendera negara atau kelompok, bendera One Piece murni hadir sebagai ekspresi budaya populer. Sama seperti ketika penggemar sepak bola membawa bendera tim kesayangan atau pecinta K-pop memajang lightstick di konser.
Dengan kata lain, kehadirannya di jalanan atau acara-acara umum lebih tepat dibaca sebagai selebrasi fandom ketimbang simbol perlawanan.
Apresiasi Budaya Populer
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh anime di Indonesia. One Piece, yang sudah berjalan lebih dari dua dekade, bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga menciptakan ikatan emosional antar-generasi.
Bendera yang berkibar di dunia nyata adalah bukti nyata bahwa budaya populer bisa melampaui layar dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Jadi, ketika kita melihat bendera tengkorak ala One Piece berkibar di jalan atau di acara publik, mungkin itu bukan sekadar tren iseng. Ia adalah simbol solidaritas, ekspresi budaya pop, dan bukti bagaimana fandom bisa menyatukan orang dalam suasana yang meriah tanpa perlu embel-embel politik.
Tertarik dengan Riset yang Lebih Dalam?
Data ini hanya di permukaan. IndSight memungkinkan Anda menyelam lebih dalam ke tren, sentimen, dan narasi publik. Kunjungi situs kami, daftar sekarang, dan dapatkan 20 koin gratis untuk mengidentifikasi peluang bisnis atau riset pasar yang tak terlihat.