IndSight – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menonjol sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan volume percakapan publik tertinggi di ruang digital antara 1 September hingga 22 November 2025.
Berdasarkan hasil pemantauan digital dari IndSight, dinamika perbincangan mengenai KAI di berbagai platform media online dan sosial tercatat sangat besar. Perbincangan ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari peningkatan liputan media yang bersifat musiman hingga munculnya sentimen negatif yang cukup signifikan.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai lanskap digital KAI, rangkuman ini akan mengupas temuan-temuan krusial berdasarkan data, yang mencakup volume total perbincangan, analisis tren sentimen positif dan negatif, kanal media yang paling aktif, kinerja akun media sosial resmi KAI, serta pola perilaku dan interaksi dari audiens (publik) itu sendiri.
Gelombang Pemberitaan Digital KAI: Di Balik Penurunan Volume yang Signifikan
Periode pengamatan digital PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan aktivitas pemberitaan yang masif, dengan mencatatkan kemunculan di 19.500 artikel media online. Angka ini menegaskan posisi KAI sebagai entitas BUMN yang selalu menjadi sorotan utama pers nasional.
Namun, yang menarik, meskipun volume tersebut tinggi, tercatat adanya penurunan sebesar 36,55% dibandingkan periode monitoring sebelumnya. Penurunan ini tidak lantas membuat KAI absen dari headline, sebaliknya, ia diikuti oleh sejumlah puncak pemberitaan yang meledak dalam isu-isu spesifik.
Lonjakan perhatian media tersebut terfokus pada:
Persiapan Musiman: Liputan intensif seputar isu layanan perjalanan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, menjadi magnet pemberitaan yang bersifat event-driven.
Aktivitas Komersial: Respons media yang tinggi terhadap penjualan tiket, peluncuran promo, dan diskon yang ditawarkan perusahaan.
Manajemen Krisis dan Respons: Pemberitaan mengenai respons cepat KAI terhadap inspeksi jalur rawan longsor dan penanganan berbagai gangguan layanan yang dialami penumpang.
Isu Viral dan Layanan Publik: Perhatian besar media, terutama di level regional dan sosial, terhadap percakapan viral seputar layanan KRL, termasuk kasus-kasus unik seperti insiden tumbler hilang yang menarik perhatian warganet.
Dominasi Persepsi Negatif: Ancaman Nyata di Tengah Volume Netral

Meskipun PT KAI sukses mencatatkan volume pemberitaan yang tinggi, data sentimen digital menunjukkan adanya tantangan serius dalam hal persepsi publik. Analisis IndSight mengungkap bahwa skor sentimen total berada di angka -2.463%, sebuah indikasi jelas bahwa perbincangan digital KAI didominasi oleh nuansa negatif.
Secara kuantitatif, pie chart percakapan memang didominasi oleh sentimen Netral (sekitar 66%) dan Positif (sekitar 32%). Sentimen Negatif hanya menempati porsi kecil, yakni antara 1 hingga 2% dari total percakapan.
Namun, data menyoroti bahwa dampak dari persentase kecil ini sangat besar. Sentimen negatif ini meningkat tajam sebagai topik yang dominan (prominent talk) yang mampu menggeser narasi positif.
Sumber utama dari sentimen negatif yang menciptakan skor minus tersebut adalah:
Pengalaman Pengguna: Keluhan langsung dari masyarakat terkait pengalaman layanan KAI.
Gangguan Operasional: Opini warga dan penumpang yang muncul akibat gangguan perjalanan mendadak.
Isu Viral: Percakapan yang diangkat ke ruang publik, terutama yang berkaitan dengan layanan KRL, upaya inspeksi jalur rawan longsor, hingga kasus-kasus sensitif seperti isu tumbler hilang yang cepat menjadi perhatian masif di media sosial.
Temuan ini menegaskan bahwa KAI perlu mewaspadai isu-isu minoritas namun sensitif yang memiliki potensi amplifikasi dan diseminasi yang sangat tinggi di ranah digital.
Volume Percakapan Medsos KAI Sentuh 77 Ribu: Sedikit Turun, Namun Konsisten Jadi BUMN Paling Dinamis
Meskipun PT KAI mencatat sedikit penurunan sebesar 2,89% dari periode sebelumnya, aktivitas digital di kanal media sosial tetap masif. Total percakapan di platform sosial mencapai 77.000 pembahasan, menegaskan konsistensi KAI sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tingkat keterlibatan publik (engagement) yang paling tinggi.
Analisis menunjukkan bahwa medan utama dari perbincangan ini didominasi oleh dua platform: X/Twitter dan Instagram. Kedua kanal ini menjadi sumber utama amplifikasi dan interaksi, menunjukkan bahwa audiens lebih memilih berinteraksi dengan isu KAI melalui format yang cepat dan visual.
Konten Paling Menonjol (Top Posts)
Isu-isu operasional dan human interest menjadi pemicu utama tingginya engagement tersebut. Dua unggahan resmi dari akun @keretapikabita (Instagram KAI) berhasil memimpin volume percakapan:
- Isu Keamanan dan Human Interest: Unggahan yang menampilkan narasi keselamatan saat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menumpang kereta di Stasiun UI memicu like ribuan dan ratusan komentar. Ini menunjukkan bahwa konten yang menggabungkan aspek human interest dengan edukasi keselamatan sangat efektif.
- Respons Cepat dan Permintaan Maaf Resmi: Permintaan maaf resmi yang diunggah KAI terkait gangguan jalur di wilayah Purwokerto–Cilacap juga menjadi magnet percakapan. Tingginya interaksi pada unggahan ini mengindikasikan bahwa publik menaruh perhatian besar pada transparansi dan kecepatan respons perusahaan terhadap isu operasional harian yang memengaruhi perjalanan mereka.
Instagram, Mesin Engagement Utama KAI: Mengungguli Platform Lain
Visibilitas Digital KAI Digerakkan oleh Lebih dari 600 Ribu Interaksi di Instagram
Dalam analisis kinerja media sosial (Social Media Performance), data IndSight secara tegas menunjukkan bahwa Instagram adalah platform utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap visibilitas dan interaksi publik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Instagram mencatatkan 620.000 engagement, sebuah angka yang jauh melampaui total interaksi dari platform lain. Kontribusi dominan Instagram ini diperkuat dengan raihan lebih dari 6,8 juta views, membuktikan bahwa konten visual dan storytelling di platform tersebut paling efektif dalam menarik perhatian audiens KAI.
Sementara itu, platform lain menunjukkan kontribusi yang berbeda:
X/Twitter, meskipun menjadi sumber percakapan, menempati posisi kedua dengan 45.000 engagement.
TikTok, sebagai pendatang baru, segera menyusul dengan 34.000 engagement.
Facebook dan YouTube mengikuti dengan angka yang relatif lebih kecil, masing-masing 13.700 dan 2.900 engagement.
Hal ini menggarisbawahi pergeseran fokus strategi komunikasi digital KAI, di mana konten visual berdurasi pendek dan interaktif yang diunggah di Instagram dan TikTok terbukti menjadi kunci utama untuk mempertahankan brand awareness dan meningkatkan keterlibatan publik.
Mengupas Perilaku Audiens: Partisipasi Stabil di Tengah Penurunan Respons
Analisis mendalam mengenai audiens yang membicarakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkap dua tren penting: tingkat partisipasi yang tinggi namun diikuti oleh penurunan intensitas interaksi.
Secara keseluruhan, jumlah pengguna unik (Unique Engaged User) yang terlibat dalam perbincangan KAI mencapai 40.800 pengguna. Angka ini hanya turun sedikit, sebesar 1,61%, menunjukkan bahwa basis komunitas atau pengguna layanan KAI yang aktif bersuara di ruang digital relatif stabil dan loyal.
Namun, stabilitas jumlah pengguna ini tidak sejalan dengan tingkat interaksi mereka. Respons Rate audiens sebuah indikator seberapa sering dan aktif pengguna merespons konten atau isu KAI tercatat di angka 39,35%. Angka ini mengalami penurunan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 5,98%.
Penurunan Response Rate ini memberikan sinyal penting bagi KAI: meskipun perusahaan masih berhasil mempertahankan jumlah orang yang terlibat, intensitas atau kedalaman interaksi dari masing-masing audiens mulai berkurang. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa perbincangan bergerak dari interaksi aktif dan responsif menjadi konsumsi informasi yang lebih pasif, atau audiens mulai jenuh dengan isu yang ada.
Analisis Akhir dan Arah Strategi: Membaca Sinyal Reputasi KAI di Ruang Digital
Konten Netral Mendominasi, Namun Sentimen Negatif Viral Berbahaya
Seluruh data pemantauan digital yang dikumpulkan IndSight menyimpulkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) beroperasi dalam lanskap komunikasi yang didominasi oleh pemberitaan bervolume tinggi, namun dengan tone yang cenderung netral, sebagian besar diisi oleh rilis resmi perusahaan kepada media.
Meski demikian, ancaman reputasi datang dari area yang kecil namun memiliki dampak besar: Sentimen negatif yang secara kuantitatif kecil tetapi sangat berdampak luas. Isu-isu ini terutama yang terkait dengan gangguan jalur, operasional KRL, dan kenyamanan pengguna berubah menjadi momen viral yang mendorong lonjakan percakapan signifikan.
Dari sisi platform, Instagram secara definitif menjadi pusat engagement terbesar KAI, dengan keberhasilannya menarik jutaan views dan interaksi. Sementara itu, analisis audiens menunjukkan bahwa pengguna yang membicarakan KAI sebagian besar adalah laki-laki perkotaan (urban) di wilayah Jabodetabek, dengan minat khusus pada isu teknologi, otomotif, dan edukasi.
Rekomendasi Strategis: Mengubah Data Menjadi Aksi Proaktif
Berdasarkan temuan-temuan ini, strategi komunikasi digital KAI direkomendasikan untuk bergerak dari reaktif menjadi proaktif:
Respons Cepat Multi-Platform: KAI harus mengaktifkan dan mempercepat respons di media sosial, terutama di Twitter dan Instagram, mengingat kedua platform ini adalah sumber percakapan dan engagement tertinggi.
Fokus Komunikasi Musiman: Mengingat momen Nataru adalah puncak percakapan dan potensi risiko, komunikasi operasional, persiapan, dan mitigasi risiko harus diperkuat secara intensif sebelum dan selama periode tersebut.
Manajemen Isu Viral yang Cepat: Isu operasional dan kenyamanan harus dikelola secara lebih proaktif. KAI perlu menyajikan klarifikasi cepat, visualisasi jalur, dan update real-time untuk menahan laju penyebaran sentimen negatif.
Optimalisasi Konten Edukasi: Dengan audiens yang memiliki minat pada teknologi dan edukasi, KAI disarankan untuk mengoptimalkan konten edukatif yang ringan, relevan, dan informatif untuk memperkuat citra positif.
Monitoring Rutin: Penggunaan dashboard monitoring digital secara rutin direkomendasikan sebagai alat esensial untuk membaca tren publik lebih cepat dan mengurangi risiko reputasi secara berkelanjutan.ang ringan, relevan, dan informatif untuk memperkuat citra positif.
Monitoring Rutin: Penggunaan dashboard monitoring digital secara rutin direkomendasikan sebagai alat esensial untuk membaca tren publik lebih cepat dan mengurangi risiko reputasi secara berkelanjutan.
Jangan biarkan isu minoritas merusak reputasi Anda. Dapatkan insight mendalam tentang tren percakapan, sentimen, dan audiens Anda.










