Navigation

Sentimen Netizen Indonesia Terhadap Konflik Iran dan Israel

01 Jul 2025 Taufik Hidayat 234 views

IndSight — Konflik antara Iran dan Israel kembali memuncak dalam beberapa bulan terakhir. Namun, dampaknya tidak hanya terasa di kawasan Timur Tengah.

Di Indonesia, konflik ini menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, mencerminkan kompleksitas opini publik yang terpolarisasi antara simpati, ideologi, hingga kepentingan politik global.

Menurut data terbaru dari IndSight, sebuah platform social media listening buatan Indonesia, terdapat lebih dari 1,600,000 percakapan yang berkaitan dengan topik Iran dan Israel di media sosial Indonesia selama periode 1 Juni – 30 Juni 2025.

Data IndSight mencatat bahwa puncak perbincangan terjadi pada 4 Juni 2025, sehari setelah serangan balasan militer Iran terhadap fasilitas intelijen Israel di Damsyik, Suriah.

Konflik Iran dan Israel

Dalam 24 jam, percakapan meningkat tajam hingga +340% dibanding rata-rata harian, dengan tagar seperti #FreePalestine, #PrayForGaza, dan #IranVsIsrael mendominasi linimasa X (Twitter) dan Instagram.

Solidaritas Netizen Indonesia untuk Palestina

Netizen Indonesia menunjukkan solidaritas kuat terhadap Palestina, dipicu oleh sejarah panjang konflik dengan Israel. Iran kerap dipandang sebagai pendukung perjuangan Palestina, meski punya kepentingan geopolitik sendiri. Unggahan dukungan, termasuk meme dan informasi (kadang belum terverifikasi), kerap viral di media sosial. Isu ini juga sering dibingkai dalam narasi keagamaan, menjadikannya simbol perjuangan moral dan spiritual, bukan sekadar politik.

Sentimen Netizen Indonesia Terhadap Konflik Iran dan Israel

Hasil analisis sentimen yang dilakukan oleh IndSight mengungkapkan peta opini publik digital Indonesia terkait isu geopolitik di Timur Tengah. Sebanyak 67 persen percakapan warganet tercatat mengandung sentimen pro-Iran atau pro-Palestina, menandakan arus simpati yang kuat terhadap pihak yang dipandang sebagai simbol perlawanan.

Sementara itu, 21 persen unggahan bersifat netral, didominasi oleh konten informatif seperti berita, edukasi, atau unggahan ulang tanpa narasi pribadi. Di sisi lain, 12 persen percakapan menunjukkan kecenderungan pro-Israel atau mengandung kritik terhadap pendekatan Iran.

Mayoritas dukungan terhadap Iran datang dari kelompok yang memiliki afiliasi ideologis tertentu, terutama akun-akun yang berpijak pada Islam politik atau menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.

Sebaliknya, kritik terhadap Iran umumnya disuarakan oleh kalangan liberal, akademisi, serta diaspora Indonesia yang berada di luar negeri. Temuan ini menggambarkan lanskap opini yang semakin terpolarisasi, seiring menguatnya posisi identitas dalam menentukan sikap politik warganet.

Data IndSight mencatat bahwa puncak perbincangan terjadi pada 4 Juni 2025, sehari setelah serangan balasan militer Iran terhadap fasilitas intelijen Israel di Damsyik, Suriah.

Ringkasan Data (Keyword: “Iran – Israel”)

Periode: 1 Juni – 30 Juni 2025
Kategori: Social Media

  1. Total Talk: 1.6M
    • Jumlah total percakapan atau mention terkait topik “Iran – Israel” di media sosial selama periode pemantauan mencapai 1,600,000 kali.
    • Angka ini menunjukkan topik ini memiliki tingkat perbincangan yang sangat tinggi.
  2. Total Talker: 357.9K
    • Sebanyak 357.900 akun unik terlibat dalam percakapan terkait topik ini.
    • Ini menandakan bahwa isu ini melibatkan banyak pengguna, bukan hanya segelintir akun yang aktif.
  3. Positive Talk: 64.5K
    • Dari seluruh percakapan, sebanyak 64.500 di antaranya bernada positif.
    • Ini menunjukkan adanya sebagian pengguna yang memberikan opini atau respons yang mendukung atau bernada optimis terhadap isu ini.
  4. Negative Talk: 531.7K
    • Sebanyak 531.700 percakapan mengandung sentimen negatif, menandakan bahwa topik ini banyak menimbulkan kekhawatiran, kemarahan, atau reaksi emosional negatif dari publik.

Topik “Iran – Israel” menjadi sangat viral dan kontroversial di media sosial selama Juni 2025. Dominasi percakapan bernada negatif mengindikasikan adanya konflik, krisis diplomatik, atau peristiwa besar yang memicu reaksi publik secara masif.

Seluruh metrik memperlihatkan peningkatan sebesar 100%, yang bisa berarti lonjakan mendadak dalam percakapan terkait topik “Iran – Israel” dibandingkan periode sebelumnya (kemungkinan bulan Mei 2025).

Data yang ditampilkan merupakan cuplikan awal (overview) dari hasil pemantauan percakapan di media sosial terkait topik “Iran – Israel” selama periode 1 Juni hingga 30 Juni 2025.

Dari konflik Iran dan Israel data ini terlihat:

  • Jumlah percakapan (Total Talk) mencapai 1,6 juta mention.
  • Dihasilkan oleh hampir 358 ribu akun unik (Total Talker).
  • Percakapan didominasi oleh sentimen negatif (531,7 ribu), dengan hanya sebagian kecil yang bernada positif (64,5 ribu).

Seluruh data ini bersifat ringkasan. Jika Anda ingin menggali data yang lebih mendalam, seperti:

  • Distribusi data berdasarkan platform ( X, Facebook, Instagram, TikTok, dll.)
  • Tren harian dan jam puncak percakapan
  • Analisis sentimen secara lebih rinci
  • Kata kunci populer, hashtag, influencer, dan lokasi geografis

Daftarkan diri Anda sekarang untuk mendapatkan akses penuh ke seluruh tab dan detail data!

Sebagai pengguna baru, Anda akan mendapatkan bonus 20 koin gratis yang dapat digunakan untuk membuka berbagai fitur lanjutan dan insight eksklusif.

Taufik Hidayat

Kerja keras, healing cukup, growth jalan terus. Let’s collab or just vibe